
Pangkajene dan Kepulauan – Pengadilan Agama Pangkajene melaksanakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Panitera, Panitera Muda Hukum, Panitera Muda Gugatan, Panitera Muda Permohonan, serta Panitera Pengganti pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Pangkajene.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Pangkajene. Turut hadir Panitera Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan para pegawai Pengadilan Agama Maros, Panitera Pengadilan Agama Sinjai, para pegawai Pengadilan Agama Sungguminasa, para pegawai Pengadilan Agama Jeneponto, serta keluarga pejabat yang dilantik. Dalam kegiatan tersebut, St. Lisdawati Juddah, S.H.I., M.H. dilantik sebagai Panitera, Saufa Jamila, S.H. sebagai Panitera Muda Hukum, Andi Mulyani Tahir, S.H. sebagai Panitera Muda Gugatan, Mappatunru, S.H. sebagai Panitera Muda Permohonan, dan Aswad Kurniawan, S.H.I. sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Agama Pangkajene.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Setelah pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan bagi aparatur peradilan agama di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang hadir pada acara pelantikan tersebut.
Kegiatan pembinaan dibuka oleh Ketua Pengadilan Agama Pangkajene, Dr. Wildana Arsyad, S.H.I., M.H.I., dan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, YM. Dr. Drs. Khaeril R, M.H. Dalam pembinaannya, Ketua PTA Makassar menekankan tiga hal pokok, yaitu kepemimpinan, pembinaan teknis, dan menjaga integritas.
Pada aspek kepemimpinan, beliau menekankan bahwa seorang pimpinan harus senantiasa siap dan mau terus belajar serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Pimpinan juga dituntut mampu mengayomi seluruh jajaran, membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, serta memberikan pembinaan secara berkelanjutan. Seorang pimpinan tidak hanya bertugas mengarahkan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, memberikan motivasi, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis agar seluruh aparatur dapat menjalankan tugas dengan baik.
Pada aspek pembinaan teknis, seluruh aparatur diingatkan untuk bekerja sesuai SOP dan ketentuan serta menyelesaikan setiap pekerjaan tepat waktu. Untuk menghasilkan putusan yang berkualitas, seorang Hakim harus senantiasa memastikan setiap proses pemeriksaan dan penyusunan putusan dilakukan dengan teliti dan cermat. Seorang Panitera juga dituntut untuk senantiasa menyusun berita acara dengan sangat teliti, sementara Jurusita harus memastikan surat pemanggilan dibuat secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian pula pada bagian kesekretariatan, setiap pekerjaan dan administrasi harus dilaksanakan dengan tertib, cermat, dan penuh tanggung jawab.
Setiap bagian memiliki peran yang saling berkaitan dalam pelaksanaan tugas peradilan. Ibarat sebuah motor, setiap komponennya memiliki fungsi masing-masing dan harus bekerja secara bersama-sama agar motor dapat berjalan dengan baik. Demikian pula dalam sebuah pengadilan, Hakim, Kepaniteraan, Jurusita, dan Kesekretariatan merupakan bagian yang saling mendukung dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Apabila salah satu bagian tidak bekerja dengan baik, maka akan memengaruhi keseluruhan proses. Oleh karena itu, kerja sama, koordinasi, ketelitian, dan tanggung jawab seluruh jajaran sangat diperlukan untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Terkait integritas, Ketua PTA Makassar menegaskan bahwa integritas merupakan sesuatu yang sangat mahal dan harus senantiasa dijaga. Salah satu bentuk syukur atas nikmat Allah SWT adalah dengan menjaga nama baik kantor, melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan yang terbaik bagi institusi. Nilai-nilai religius juga tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan maupun dalam pelaksanaan tugas.
Beliau juga berpesan agar setiap aparatur tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan aib bagi diri sendiri, keluarga, maupun satuan kerja. Menjaga citra dan nama baik kantor merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjaga integritas. Setiap aparatur harus senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan amanah yang diberikan agar kepercayaan terhadap diri sendiri maupun institusi tetap terjaga.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dilantik. Semoga amanah baru yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan dedikasi untuk mendukung kemajuan serta meningkatkan kualitas pelayanan Pengadilan Agama Pangkajene kepada masyarakat pencari keadilan.
Pengadilan Agama Pangkajene... HEBAT!
Harmonis, Excellent, Berintegritas, Akuntabel, Transparan.



























